Di sebuah desa yang adem ayem, hiduplah Pak Mat, seorang petani yang dulu pernah berhutang kepada sahabatnya, Pak Dul. Hutang itu bukan hutang sembarangan—itu adalah biaya menikahkan anaknya, si Roni, yang waktu itu ngotot ingin segera menikah dengan pujaan hatinya.
Waktu itu, sekitar 10 tahun yang lalu, Pak Mat meminjam uang sebesar Rp10 juta dari Pak Dul. "Nanti kalau sudah panen raya, saya lunasi," kata Pak Mat waktu itu, penuh percaya diri.
Pak Dul, sebagai sahabat yang baik, mengangguk sambil tersenyum. “Oke, Mat. Tapi inget ya, jangan sampai lupa.”
Pak Mat mengangguk mantap.
Konflik: 10 Tahun Tagihan Tak Kunjung Dibayar
Sejak utang itu terjadi, setiap bulan Pak Dul menagih hutangnya. Namun, setiap kali ditagih, Pak Mat selalu punya alasan:
- Bulan 1: “Dul, sabar ya. Panenan padi gagal nih. Bulan depan pasti aku bayar.”
- Bulan 6: “Dul, kemarin Roni lahiran, habis buat akikah. Bulan depan deh.”
- Bulan 12: “Dul, pas mau bayar, ada genteng rumah bocor! Duitnya kepake renovasi.”
- Tahun ke-2: “Dul, sekarang giliran istriku sakit, duitnya buat berobat dulu ya.”
- Tahun ke-5: “Dul, harga beras mahal banget! Aku lagi ngos-ngosan.”
- Tahun ke-8: “Dul, aku lupa punya utang ke kamu! Eh, maksudnya bukan lupa… tapi… ya begitulah.”
- Tahun ke-10: “Dul, aku serius mau bayar. Tapi…”
Pak Dul makin kesal tiap tahun. "Mat, kalau begini terus, anakku yang kedua bisa nikah duluan sebelum hutangmu lunas!"
Pak Mat nyengir. "Hehehe... yang penting silaturahmi kita masih terjaga, Dul."
Pak Dul cuma bisa elus dada sambil mengingat sabda Nabi ﷺ:
"Menunda pembayaran hutang bagi orang yang mampu adalah suatu kezaliman." (HR. Bukhari dan Muslim)
Hari Pembalasan: Kurs Emas Berbicara
Hari itu, Pak Dul duduk di warung kopi sambil menikmati segelas teh hangat. Tiba-tiba, dari kejauhan, terlihat Pak Mat datang dengan senyum lebar.
Pak Mat: "Dul! Alhamdulillah, aku sudah siap bayar hutangmu!"
Pak Dul langsung bersemangat. "Wah, akhirnya! Udah berapa lama ini, Mat! Mana duitnya?"
Dengan percaya diri, Pak Mat menyerahkan uang Rp10 juta kepada Pak Dul.
Pak Dul mengernyitkan dahi. “Eh, Mat... Ini kan duit 10 juta, sama kayak dulu. Kamu nggak tahu kalau sekarang duit segini nggak ada nilainya?”
Pak Mat mengangkat alis. "Lho? Bukannya utangku emang 10 juta?"
Pak Dul tertawa sinis. "Mat, 10 tahun lalu 10 juta bisa buat nikahin anak. Sekarang 10 juta cuma cukup buat DP katering!"
Pak Mat mulai gelisah. "Terus, gimana dong?"
Pak Dul menepuk pundaknya. "Kita pakai kurs emas! Dulu waktu kamu pinjam, harga emas 500 ribu per gram. Jadi 10 juta itu setara dengan 20 gram emas."
Pak Mat terdiam, lalu buru-buru buka aplikasi ShariaCoin buat cek harga emas terbaru. Matanya langsung melotot.
Harga emas di ShariaCoin sekarang: Rp1.629.000 per gram.
Pak Mat hampir pingsan. "Jadi... hutangku sekarang 32,58 juta???"
Pak Dul tersenyum santai. "Iya dong, Mat. Nilai emas kan nggak turun, beda sama uang. Dulu aku bisa nikahin anak dengan 10 juta, sekarang butuh lebih!"
Pak Mat mulai panik. "Tapi, Dul... Aku baru siapin 10 juta ini!"
Pak Dul menghela napas panjang. "Ya udah, anggap aja ini cicilan pertama. Atau, kalau mau gampang, gadai aja emas di ShariaCoin. Bisa langsung cair!"
Pak Mat menatap layar HP-nya, lalu menatap Pak Dul. "Dul, ajarin aku nabung emas dong... Biar nanti pas nikahin cucu, aku nggak kena jebakan inflasi lagi!"
Pak Dul tertawa. "Nah, itu baru sahabatku! Yuk, download ShariaCoin sekarang!"
Dalil Tentang Hutang dan Pembayarannya
- Jangan Menunda Hutang Bila Mampu
- "Menunda pembayaran hutang bagi orang yang mampu adalah suatu kezaliman." (HR. Bukhari dan Muslim)
- Membayar Hutang dengan Nilai yang Adil
- "Orang yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik dalam membayar utangnya." (HR. Bukhari)
- Bahaya Tidak Melunasi Hutang
- "Ruh seorang mukmin tertahan karena hutangnya hingga hutangnya dilunasi." (HR. Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ibnu Majah)
Pak Mat akhirnya sadar bahwa menunda pembayaran utang itu bukan hanya merugikan orang lain, tapi juga bisa berdampak buruk di akhirat. Dengan hati yang mantap, ia pun berjanji untuk mulai menabung emas di ShariaCoin, biar nggak lagi keteteran kalau ada kebutuhan mendadak.
Pesan Moral:
✅ Jangan nunda bayar utang terlalu lama, nanti inflasi bikin utang makin besar!
✅ Utang jangka panjang lebih aman pakai nilai emas.
✅ Kalau terlanjur terjebak inflasi, bisa gadai emas di ShariaCoin biar tetap cair!
Jadi, daripada ketar-ketir seperti Pak Mat, mending nabung emas dari sekarang di ShariaCoin!